Suka dan cinta bukanlah dua perasaan yang berlawanan; sebaliknya, acapkali cinta dan suka merupakan dua perasaan yang berdekatan sebab pada umumnya rasa suka merupakan benih bertunasnya rasa cinta.Kendati keduanya berdekatan, keduanya tidaklah sama. Masalah muncul tatkala kita menyamakan keduanya dan memasuki pernikahan dengan bekal rasa suka-yang kita anggap, cinta. Itu sebabnya penting bagi kita untuk dapat membezakan keduanya.
Berikut ini akan diuraikan beberapa perbezaannya.
Suka dan cinta berbeza dalam hal pemunculannya. Suka muncul dalam waktu yang singkat sedangkan cinta bertumbuh melalui proses pengenalan yang panjang. Jadi, perasaan yang kita rasakan tatkala bertemu dengan seseorang dan terus "mencintainya"sebenarnya adalah rasa suka yang kuat.
Suka dan cinta berbeza dalam hal kedalamannya.
Suka bersifat permukaan; dengan kata lain, kita menyukai apa yangdapat kita lihat atau tangkap dengan pancaindera, misalnya penampilan,gaya bercakap,persamaan minat dan sebagainya.
Cinta bersifat lebih dalam; kita mencintai seseorang kerana karakternya.
Suka dan cinta berbeza dalam hal cakupannya. Suka bersifat sektoral, ertinya kita menyukai bahagian tertentu dari orang tersebut dan sudah tentu, ada bahagian lainnya yang tidak kitas ukai. Cinta bersifat utuh dan menyeluruh,ertinya kita tetap mencintainya kendati ada hal tentang dirinya yang tidak kita sukai.Cinta dapat bertoleransi dan menerima ketidaksempurnaan sedangkan suka berpusat pada apa yang pasti dan sesuai di hati.
Berdasarkan perbezaan di atas ini, ada beberapa langkah yang dapat kita ambil agar kita tidak terjebak dalam keputusan keliru akibat rasa suka belaka.
Jangan tergesa-gesa dalam menentukan pilihan dengan siapa kita akanmenikah. Waktu akan menjernihkan perasaan apakah itu suka atau cinta. Jikaperasaan kita bertahan lama dan makin bertumbuh, besar kemungkinan ituadalah cinta.
Jangan bersandiwara dan menutupi diri. Keterbukaan akan memperjelas pandangan orang terhadap diri kita sehingga ia dapat melihat bahagian yang mungkin tidak disukainya dan menimbang untuk menerimanya atau tidak.
Jangan mencurigai rasa suka sebab relasi seharusnya diawali olehrasa suka meski tidak selalu harus diisi olehnya. Janganlah takut untuk membiarkan diri diuji sebab ujian akan memurnikan rasa suka. Jika ia hilang, memang ia seharusnya lenyap,namun sebaliknya, bila bertahan, itu memperlihat cinta yang tahan uji.
Cinta adalah keinginan yang kuat untuk memberi, bukan untuk menerima.Jadi, ukurlah-dengan berjalannya waktu-apakah keinginan untuk berkorban dan memberi bertambah kuat atau melemah. Firman Allah, "Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri."Kalau relasi diikat hanya oleh rasa suka, manfaat untuk diri menjadi titik tolak; sebaliknya, relasi yang didasari oleh kasih akan terus bertumbuh melewati apa yang tidak disukainya.
1 comment:
ko suke ek post ak yg ni??tq weh
Post a Comment